Sabtu, 20 Desember 2014

TUMBUHAN KUAT DAN BERBUAH MANIS

Terkadang seseorang berada di keadaan yang menyenangkan dan berada di kondisi yang buruk, seperti keadaan tertekan menginginkan sesuatu atau dalam keadaan emosi yang meluap luap, namun kondisi ini sangatlah wajar dalam kehidupan manusia di dunia ini, karena semua manusia di bekali oleh akal dan pikiran oleh tuhannya.
Dalam keadaan apapun kita harus bisa mengendalikannya agar tidak terjadi kerugian didalam diri maupun untuk orang lain, dalam keadaan terhimpit kita harus mengambil sikap yang cukup bijaksana yaitu dengan bersabar seseorang akan terkendali akal dan emosinya.
Arti dari sabar yaitu suatu sikap menahan emosi dan keinginan, serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh. Namun terkadang manusia melupakan hal menahan diri atau mengkontrol emosinya pada saat dia dalam keadaan yang sulit, hal ini yang dapat menyebabkan tingkat stres otak akan meningkat dan akan berpengaruh terhadap kehidupan sehari hari.
Sabar juga membutuhkan waktu dan tenaga, seperti kita menginginkan sesuatu tetapi itu membutuhkan proses yang berlamaan, dan di dalam proses itulah terdapat tenaga kita yang di keluarkan. Sabar memang ada batasnya, karena tergantung kita mengukur dari mana sikap kesabaran kita.

Sabar juga akan berbuah manis ketika kita memeliharanya dengan baik, ketika kita menahan emosi atau kita bersabar dalam menghadapi sesuatu, kita akan mendapatkan timbal balik seperti yang kita lakukan tersebut. Jangan hiraukan omongan orang pada saat kita bersabar, karena itu akan mengacaukan semuanya. Sabar juga merupakan kemampuan mengendalikan diri yang juga dipandang sebagai sikap yang mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan jiwa orang yang memilikinya.

Terkadang kita menginginkan sesuatu namun itu hal yang sangat membutuhkan kesabaran yang tinggi dan kita selalu mengatakan dalam hati untuk sabar, hal ini memang banyak sekali godaannya seperti apa bentuknya pasti kita akan mengetahuinya, tapi sekali lagi kita ingat bahwa kesabaran adalah suatu tumbuhan yang berbuah manis, dan kesabaran mencerminkan kita seberapa kokohkah jiwa kita dalam berpendirian.

Sabtu, 13 Desember 2014

MASALAH SOSIAL TERKAIT CARA MENGAJAR GURU YANG KURANG TEPAT

            Mengajar adalah hal yang lumrah dalam seorang guru mengabdi dan hal ini saat-saat guru mentransfer ilmunya, karena mengajar adalah suatu proses yang sangat penting bagi setiap anak didiknya, pada saat mengajar guru harus tahu metode apa yang harus di terapkan, karena metode ini sangat berpengaruh terhadap tingkat pemahaman anak didiknya, keberagaman sifat anak didik juga guru harus tahu karena hal ini berpengaruh terhadap psikologi anak jika guru tidak memahami karakter anak, mengajar itu memerlukan kesiapan dari berbagai hal, seperti kesiapan mental, ilmu, pengalaman dan kreatifitas.
            Mengajar memang hal yang terlihat mudah, namun pada kenyataanya mengajar harus memiliki tata cara atau sistematika yang menunjang untuk memiliki kualitas yang memuaskan dalam kegiatan belajar & mengajar, dan maka dari itu untuk terciptanya kualitas mengajar yang baik guru harus memahami berbagai metode pengajarannya dan menerapkannya secara baik dan benar. tidak hanya itu, guru juga dituntut untuk memiliki tingkat kreatifitas yang cukup, karena kreatifitas itu memiliki hal penting apabila menghadapi anak didik yang tengah jenuh atas metode yang monoton.
Menurut hasil penelitian bahwa terdapat pengaruh antara Metode Pembelajaran Kooperatif dan Metode Pembelajaran Berbasis Masalah. Hasil belajar siswa yang belajar dengan Metode Pembelajaran Kooperatif lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang belajar dengan Metode Pembelajaran Berbasis Masalah. Terdapat juga pengaruh antara siswa yang belajar dengan Metode Pembelajaran Kooperatif yang memiliki Gaya Belajar Visual dan siswa yang belajar dengan Metode Pembelajaran Berbasis Masalah yang memiliki Gaya Belajar Visual. Hasil belajar siswa yang memiliki gaya belajar Visual yang belajar denganMetode Pembelajaran Kooperatif lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang memiliki gaya belajar Auditorial yang belajar dengan Metode Pembelajaran Berbasis Masalah.
Dapat diketahui bahwa metode pembelajaran itu memiliki pengaruh terhadap gaya belajar anak didik dan hasil belajarnya juga, dan ada juga faktor-faktor yang berpengaruh dalam belajar yaitu :
1.      Faktor internal dari subjek didik, disini terkait faktor psikologi, mental, dan kesehatan jasmani yang menunjang ilmu pengetahuan dasarnya.
2.      Faktor eksternal, seperti kondisi lingkungan sekitar belajarnya.
3.      Faktor sistem yang berlaku dalam institusi.
4.      Faktor tujuan yang ingin di capai.




Hubungan antara metode dan kemampuan yang akan di capai menurut soekarwati,dkk. Adalah sebagai berikut:
No.
Metode
Kemampuan dalam belajar khusus
1
Ceramah
Menjelaskan konsep, prinsip, atau prosedur
2
Demonstrasi
Melakukan keterampilan berdasarkan standar prosedur tertentu.
3
Penampilan
Melakukan suatu keterampilan
4
Studi Mandiri
Menjelaskan/menerapkan/menganalisis/mensintesis/ mengevaluasi/melakukan sesuatu, baik yang bersifat kognitif maupun bersifat psikomotorik.
5
Diskusi
Menganalisis/Memecahkan masalah
6
Kegiatan intruksional
Menjelaskan konsep, prinsip, atau prosedur terprogam.
7
Latihan dengan teman
Melakukan suatu keterampilan.
8
Simulasi
Menjelaskan, menerapkan dan menganalisis konsep dan prinsip
9
Sumbang saran
Menjelaskan/menerapkan/menganalisis/konsep, prinsip dan prosedur tertentu.
10
Studi kasus
Menganalisis/memecahkan masalah.
11
Computer
Menjelaskan, menerapkan/menganalisis/mensintesis/mengevaluasi sesuatu.
12
Insiden
Menganalisis/memecahkan masalah.
13
Praktikum
Melakukan suatu keterampilan.
14
Proyek
Melakukan sesuatu/menyusun laporan kegiatan.
15
Bermain peran
Menerapkan suatu konsep, prinsip atau prosedur.
16
Seminar
Menganalisis/memecahkan masalah.
17
Simposium
Menganalisis masalah.
18
Tutorial
Menerapkan suatu konsep, prinsip atau prosedur.
19
Deduktif
Menerapkan suatu konsep, prinsip atau prosedur.
20
Induktif
Menganalisis suatu konsep, prinsip, atau prilaku.

Pada inti dan kesimpulannya yaitu pada saat memilih metode juga harus memiliki alasan dan dalam kondisi yang tepat, karena penyampaian materi tidaklah mudah di terima apabila metode itu terlalu rumit atau terlalu mudah, setiap guru itu memiliki sifat yang berbeda dan tingkah laku yang berbeda pula, metode juga ada yang kooperatif dan yang berbasis masalah, dan keduanya ini memiliki keunggulan tersendiri.
Referensi Jurnal        :
·         Sujarwo & Delnitawati, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah
·         H.Salehuddin Yasin, Jurnal Adabiyah, ISSN: 1421-6141 Vol.XII No.I/2012
·         Lamijan Hadi Susarno, Jurnal Teknologi Pendidikan, Vol.10 No.1,April 2010(1-7)

·         Wiwin Wiji Astuti, dkk / Economic Education Analysis Journal 1 (2) (2012)
SEJARAH ANYER

MERCUSUAR ANYER
Anyar merupakan salah satu kota kecil yg  terletak di bibir laut Selat Sunda, Cilegon – Banten Indonesia. Terletak 50 km dari Pelabuhan Merak. Laut di Anyer adalah laut jawa yang terkenal dalam, tetapi ombaknya tidak sebesar laut selatan(Samudera Hindia).Beberapa abad yang lalu Anyar bukanlah nama dari sebuah kota wisata di Barat Provinsi Serang, konon  dulu Anyar namanya ialah kota Sudi Mampir. Banyak beberapa pendapat yang menyatakan setuju bahwa Anyar adalah dulunya bagian dari kerajaan Banten.Sejak tahun 1667 Sudi Mampir berdiri, hasil dari perluasan kerajaan banten yang Berawal sekitar tahun 1526 Sudi Mampir yang Artinya ialah Rela untuk Mampir.
Pada tahun 1883 terjadi bencana besar ditanah Banten khususnya Sudi Mampir. Bencana Meletusnya gunung krakatau yang mengguncang seluruh dunia, mulai dari turunnya suhu bumi dan dentuman yang memecahkan telinga terdengar sampai Afrika. Memusnahkan seluruh kehidupan di Sudi Mampir hanya menyisakan sedikit kehidupan, Sudi Mampir tinggal Sejarah.
Setelah kejadian tersebut bermunculan para pendatang dari daerah sekitar Banten seperti Pandeglang, Serang, Ciomas, Mancak, dan daerah luar Jawa (Padang, Lampung, Batak, dan Riau).
Setelah melalui proses perjalanan yg panjang kemudian dikenallah kota anyar/sudimampir dgn nama kota anyer dan konon kabarnya ketenaran/harumnya kota anyer dimata masyarakat dunia adalah oleh karena adanya pembangunan jalan yg dibangun oleh gubernur Jendral Herman Daendels pada thn 1806 tepatnya pada masa/era kolonial belanda dengan menjadikan mercusuar yg berada didesa Bojong-Cikoneng sebagai awal start/patok pembuatan jalan raya tersebut dengan katalain Nol Kilometer awal pembuatan jalan Anyer-Panarukan
Tapi  menurut kisah lain, menceritakan ada seorang Ulama yang dikenal sangat baik hati dan taat ibadahnya yaitu Jasim, suatu hari beliau pergi melaut sesampainya dilaut langsung menurunkan jangkar dan mulai memancing, tidak lupa beliau tidak pernah meninggalkan solatnya walaupun di atas kapal.
Matahari terbenam angkat jangkar dan pulang untuk memimpin jamaah untuk melaksanakan solat magrib, beliau tidak segan membantu masyarakat Anyar yang kesusahan, pernah suatu ketika tetangganya belum makan dan tidak ada apa-apa untuk dimakan, anaknya menangis karna lapar.
Saat Jasim mendengar tangisan itu dia bertanya kepada ibunya, Hai saudaraku kenapa anakmu terus menangis ? “dia lapar belum makan dari kemarin,” sontak terkejut Jasim mendengar itu” tidak lama Jasim memberikan hasil tangkapan ikannya. “Memberi tidak akan membuat seseorang Jatuh Miskin” itulah yang Jasim tanamkan dalam dirinya, dia selalu membantu tetangganya dengan yang dia miliki.
Lama kelamaan tetangganya meniru sifat teladan Jasim, Anyar menjadi kota Murah untuk hidup. 10 tahun kemudian Jasim pergi melaksanakan ibadah haji, sepulang dari ibadah haji, Jasim bersama Ulama lainnya mendirikan Masjid Anyar. Dan dikenanglah para Ulama oleh masyarakat dengan membuat jalanan dengan nama para Ulama, seperti Jalan Kisepuh dan Jalan Haji Jasim. Lama kelamaan semakin banyak para pendatang dari berbagai daerah, dan mereka menyebutnya ANYAR.

Anyer sekarang menjadi kawasan pantai yang ramai dikunjungi, puluhan hotel dan resort berdiri di sepanjang jalan anyer karena keelokan pantainya dan menjadi destinasi tujuan wisata di ujung barat pulau jawa. Kata Anyer sebetulnya itu kata yang salah namun sudah terkenal karena kebiasaan orang kota menyebut desa Anyar dengan kata Anyer, dan yang sebenarnya yaitu desa Anyar.

Rabu, 19 November 2014

Aliran Filsafat Positivisme Dalam Dunia Pendidikan

A.    Pengertian Positivisme
Moritz Schlick
            Positivisme merupakan Aliran pemikiran yang membatasi pikiran pada segala hal yang dapat dibuktikan dengan pengamatan atau pada analisis definisi dan relasi antara istilah-istilah.
Positivisme (disebut juga sebagai empirisme logis, empirisme rasional, dan juga neo-positivisme) adalah sebuah filsafat yang berasal dari Lingkaran Wina pada tahun 1920-an. Positivisme Logis berpendapat bahwa filsafat harus mengikuti rigoritas yang sama dengan sains. Filsafat harus dapat memberikan kriteria yang ketat untuk menetapkan apakah sebuah pernyataan adalah benar, salah atau tidak memiliki arti sama sekali.
Tokoh-tokoh yang menganut paham positivisme logis ini antara lain Moritz Schlick, Rudolf Carnap, Otto Neurath, dan A.J. Ayer. Karl Popper, meski awalnya tergabung dalam kelompok Lingkaran Wina, adalah salah satu kritikus utama terhadap pendekatan neo-positivis ini.
Secara umum, para penganut paham positivisme memiliki minat kuat terhadap sains dan mempunyai sikap skeptis terhadap ilmu agama dan hal-hal yang berbau metafisika. Mereka meyakini bahwa semua ilmu pengetahuan haruslah berdasarkan inferensi logis yang berdasarkan fakta yang jelas. Sehingga, penganut paham ini mendukung teori-teori paham realisme, materialisme naturalisme filsafat dan empirisme.
Salah satu teori Positivisme Logis yang paling dikenal antara lain teori tentang makna yang dapat dibuktikan, yang menyatakan bahwa sebuah pernyataan dapat disebut sebagai bermakna jika dan hanya jika pernyataan tersebut dapat diverifikasi secara empiris. Konsekuensi dari pendapat ini adalah, semua bentuk diskursus yang tidak dapat dibuktikan secara empiris, termasuk di antaranya adalah etika dan masalah keindahan, tidak memiliki makna apa-apa, sehingga tergolong ke dalam bidang metafisika.


B.     Kajian Ontologis dan Epistemologis Paham  Positivisme
Positivisme Logis menyajikan suatu fusi dari empiris yang berasal dari Hume, Mill, dan Mach, dengan logika Simbolis sebagaimana ditafsirkan oleh L. Wittgenstein. Menurut teori ini, semua kalimat yang bermakna harus bersifat analitik maupun bersifat sintetik. Kalimat-kalimat analitik itu bisa betul (tautologi) dan bisa salah ( kontradiksi ) semata-mata karena bentuk logisnya dan tidak mengandung informasi faktual. Kalimat sintetik, atau empiris,merupakan laporan tentang pengamatan indera atau pun generalisi yang didasarkan pada pengamatan empiris. Kalimat-kalimat sintetik bermakna sejauh dapat di verifikasi. Pernyataan metafisik dan teologis tidak cocok dengan kedua Kategori di atas dan di hilangkan karena pernyataan semu yang tak bermakna.

Rudolf Carnap
Rumusan asli ini (dari M.schlick, R.Carnap, O.Neurath, dan lain-lain) lambat laun mengalami serangkaian modifikasi saat kekurangan-kekurangannya menjadi semakin jelas. Verifikasi, sebagai kriterium keberartian, secara berturut-turut dimodifikasi ke dalam Verifikasi prinsip, konfirmabilitas, dan akhirnya desakan bahwa evidensi empiris harus memainkan suatu peranan yang berarti dalam penerimaan suatu pernyataan ilmiah.
Positivisme dewasa ini menjelaskan pengetahuan ilmiah berkenaan dengan tiga komponen : bahasa teoritis, bahasa observational, dan kaidah-kaidah korespondensi yang mengaitkan keduanya. Tekanan positivistik menggarisbawahi penegasannya bahwa hanya bahasa observational yang menyatakan informasi faktual, sementara pernyataan-pernyataan dalam bahasa teoritis tidak mempunyai arti faktual sampai pernyataan-pernyataan itu diterjemahkan ke dalam bahasa observational dengan kaidah-kaidah korespondensi.
Kendati positivisme logis dikembangkan sebagai suatu basis interpretatif bagi ilmu-ilmu alam, ia sudah diperluas ke ilmu-ilmu manusia. Dalam etika ( Ayer, Stevenson ) ia berupaya menjelaskan makna dari pernyataan-pernyataan yang menyatakan kewajiban moral sehubungan dengan konotasi emotifnya. Dalam yurisprudensi, ketentuan-ketentua dan larangan-larangan yang ditetapkan oleh komunitas dilihat sebagai basis terakhir dari hukum. Dengan demikian ditolak pandangan akan hukum kodrat atau norma-norma trans-empiris, misalnya, imperatif kategoris kant.
Positivisme secara enomologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat berarti suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Hal ini berarti apa yang disebut dengan positif bertentangan dengan yang ada dalam angan-angan (khayalan), atau apa yang berada dalam konstruksi akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis adalah suatu paham yang dalam pencarian kebenarannya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi.
Positivisme merupakan paham tentang hukum dan pengetahuan, yang hanya mengakui kebenaran hukum yang berlaku pada suatu saat dan pada suatu tempat dimana suatu kejadian terjadi. Menurut Auguste Comte, falasafah hendaknya mengenai dan berpangkal dari peristiwa-peristiwa positif. Karena positivisme berpendapat bahwa segala pengetahuan mengenai hal-hal yang mengatasi pengalaman kita adalah spekulasi belaka, dengan kata lain positivisme adalah anti metafisika. Positivisme juga bertentangan dengan rasionalisme dan idealism, namun seringkali sejalan dengan materialism, mekanisme, dan sensualisme.
Positivisme merupakan gerakan anti metafisika di dalam filsafat. Filosofi ini berakar kuat di Inggris. Akar dari Inggris adalah skeptisisme empiris dari David Hume di abad ke-18. prinsip verifikasi merupakan senjata utama dari paham ini. Mereka lebih menekankan penggunaan bahasa daripada sebuah pertanyaan. Salah satu tokoh dari paham ini adalah Ludwig Wittgenstein.
Positivisme memandang bahwa manusia dapat memiliki arti hidup. Hal ini sangat penting. Namun hidup itu sendiri tidak memiliki arti dari hal-hal yang ada. Manusia bisa memiliki keluarga, pekerjaan dan segala aktifitas yang lain, namun dibalik itu manusia memiliki lebih dari atau kurang dari itu. Paham ini juga menekankan bahwa karena bahasa tentang Allah, manusia dan kerusakkannya (keberdosaannya) tidak dapat diuji, maka itu tidak bermakna atau artinya beda dari maksud si pembicara. Hal ini menyiratkan bahwa pada dasarnya manusia tidak seperti dikatakan oleh bahasa agama – telah rusak (mengalami keberdosaan). Pernyataan ini bergantung kepada siapa yang berbicara dan siapa yang mendengarkan. Di sisi lain memahami kebenaran dan kesalahan bukan pada realitasnya, tetapi pada siapa yang berbicara dan siapa yang mendengarkan.
·         Kelemahan Paham  Positivisme
Kelemahan dari paham Positivisme ini adalah :
1)      Tidak adanya objektifitas untuk menentukan hukum, etika dan norma di dalam masyarakat.
2)      Realitas dipandang tidak lebih dari sekadar simbol, tergantung siapa yang berbicara dan mendengarkan.
3)      Secara tidak langsung menolak Allah di dalam arti yang sesungguhnya, dan menerima Allah di dalam simbolisme yang berkaitan dengan sesuatu.

C.    Kajian Aksiologis dan Kesimpulan Paham Positivisme
Dalam kehidupan sehari hari manusia dapat menggunakan paham positivisme dengan berdasarkan kepentingan saja, namun tidak dengan kehidupan beragama, karena agama adalah sebuah kepercayaan yang tidak mungkin dibuktikan secara apa yang di anut oleh para paham positivisme.
Pada dunia pendidikan kita juga dapat menggunakan bahkan sudah diterapkan oleh guru terdahulu kita yaitu mempercayai sesuatu dengan cara mengobservasinya terlebih dahulu dan ini mungkin terdapat banyak hal di dunia ilmu sains, namun pada kenyataannya semua ilmu juga harus dibuktikan terlebih dahulu terkecuali tentang agama.
Penganut paham positivisme meyakini bahwa hanya ada sedikit perbedaan antara ilmu sosial dan ilmu alam, karena masyarakat dan kehidupan sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga alam.
Pendidikan juga harus memiliki arti khusus dan tujuan untuk mencapai sebuah keberhasilah dalam pendidikan, namun hal ini juga harus di buktikan supaya tidak hanya menjadi angan angan belaka dan hal inilah yang berlawanan dengan paham positivisme.
Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam "pencapaian kebenaran"-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Segala hal di luar itu, sama sekali tidak dikaji dalam positivisme.




REFERENSI :
http://dhanalana11.blogspot.com/2013/06/positivisme.html
http://wawanhariskurnia.blogspot.com/2012/12/filsafat-positivisme.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Positivisme
Louis O. Kattsoff (1986).Elements of philosophy.